Category Archives: Konstruksi

Jenis Jenis Flange Berdasarkan Pipa

Jenis Jenis Flange

Pernah mendengar kata flange? Untuk kamu yang tidak paham dengan bahan bangunan pasti asing. Tapi, bagi mereka yang sudah bergelut dengan bidang konstruksi dan bangunan, falnge bukan lagi sesuatu yang baru. Flange ini merupakan sebuah komponen yang berguna sebagai penghubung element pipa atau velve dengan bagian lainnya menjadi satu komponen utuh dengan baut sebagai perekat. Flange sendiri berfungsi sebagai penghubung yang memudahkan perawatan, perbaikan dua komponen berbeda yang sudah tergabung jadi satu kesatuan. Nah, flange ini banyak jenisnya loh

Berdasarkan ANSI (American National Standard Institute)

1. Slip-on dan Lap Joint

Tipe yang pertama adalah Slip-on dan Lap Joint. Bila dilihat sekilas, dua jenis ini terlihat sangat mirip, fungsinya juga tak jauh berbeda. Flange ini berguna untuk menggabungkan pipa utama dengan pipa lain agar tak ada celah antara sambungannya dan juga tahan lama. Celah (bocor) pada pipa bisa berdampak kurang baik terhadap lingkungan dan merugikan para pekerja perbaikan pipa.

2. Weldneck

Flange jenis ini punya ciri yang khas, yaitu menonjol karena penyambungannya yang memakai las. Weldneck banyak digunakan dalam bentuk plant. Hal tersebut karena ia sangat mudah disambung dan bisa berfungsi dengan baik pada pressure (tekanan) temperature rendah dan tinggi.

3. Threaded (ulir)

Berikutnya adalah flange ulir atau threaded. Seperti namanya, flange ini punya tipe penyambungan dengan ulir. Sekilas ia mirip dengan gasket, fungsinya menyambung beberapa bagian pipa menjadi satu. Ia biasa digunakan pada sistem yang rawan terjadinya kebakaran. Kebanyakan pipa yang disambung dengan flange ini adalah pipa-pipa gas bertekanan tinggi. Flange ini punya ketebalan tinggi dan dijual relatif murah.

4. Soket

Berikutnya ada soket flange, di mana jenis ini mirip dengan slip on. Yang membedakannya adalah pada bagian soket terdapat tahanan, sehingga pipa yang akan dimasukkan ke dalamnya tidak akan tembus.

5. Reducing Flange

Pipa flange jenis ini mempunyai fungsi untuk menggabungkan dua pipa yang mempunyai diameter berbeda.

6. Blind

Flange yang terakhir adalah jenis blind. Flange ini disebut blind karena menjadi penghalang akhir pada pipa. Blind berguna untuk memblokir aliran fluida di akhir bagian pipa yang terbilang cukup rentan. Penutupan aliran pada pipa ini untuk memudahkan maintanance yang mungkin akan dilakukan di kemudian hari.

Jenis Flange Bersadarkan Face

Jenis Jenis Flange

1. Flat Face (FF)

Flange yang pertama adalah flat face. Tipe ini polos dan tidak memiliki tekstur apapun juga (permukaan sentuh rata). Tipe face ini umum dipakai untuk baja tuang dan galvanize. Flat face hanya digunakan untuk pressure rendah, bergandengan dengan tipe gasket flat sheet dan ful face.

2. Raised Face (RF)

Tipe kedua adalah raised face. Sesuai namanya flange ini punya permukaan sentuh yang menonjol (tinggi) lengkap dengan garis-kecil yang melingkar.

3. Ring Type Joint (RTJ)

Hampir mirip dengan raised face, RTJ punya permukaan yang juga agak menonjol. Perbedaan yang tampak adalah RTJ memiliki cekungan di permukaannya. Flange ini berguna untuk fluida dengan nilai alir CL900 atau lebih.

Jenis Flange Berdasarkan Ukuran

Jenis Jenis Flange

Terakhir, pembagian jenis flange ini berdasarkan ukurannya. Antara satu pipa dengan pipa lain, ukurannya bisa saja berbeda, oleh karena itu flange dibagi lagi sesuai dengan NPS (nominal pipe size). Pembagian berdasarkan ukuran pipa dikelompokkan menjadi 1/2, 3/4, 1, 2, 10, 12, 24, dan seterusnya.

Itulah beberapa jenis flange dan kegunaannya. Dapatkan harga terbaiknya hanya di temtera.com!

Yuk Cari Tahu Kelebihan Penggunaan Floor Hardener

Lantai merupakan salah satu elemen penting dalam sebuah bangunan. Pasalnya, lantai digunakan sebagai penunjang aktivitas harian dan juga peletakan berbagai furnitur, seperti lemari, tempat tidur, dan meja. Bahkan kini, lantai juga berfungsi sebagai penghias ruangan. Saat ini tersedia berbagai jenis lantai yang dapat dipilih, mulai dari lantai berbahan kayu, keramik, dan juga beton. Namun, jika anda membutuhkan lantai yang dapat menopang beban yang sangat berat, kami menyarankan agar anda menggunakan lantai beton yang dipadukan dengan floor hardener. Selain itu, lantai beton juga tahan terhadap goresan, sehingga anda tidak perlu khawatir mengenai pemindahan berbagai furniture yang cukup berat dapat merusak tampilan lantai.

Kelebihan Floor Hardener

Penggunaan hardener dimaksudkan untuk lebih memperkuat daya tahan lantai beton. Meskipun biasanya pengeras lantai digunakan di sekitar area pabrik, anda juga dapat menggunakannya pada garasi ataupun gudang. Ketahanan lantai beton yang tinggi tentunya membuat anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan mengenai kerusakan lantai yang dapat terjadi karena peletakan berbagai barang yang cukup berat. Selain itu, anda juga dapat merasakan beberapa kelebihan lain dari penggunaan pengeras lantai. Berikut akan kami jelaskan satu per satu.

Kelebihan Floor Hardener

1. Menjadikan lantai tahan lama

Floor Hardener

Penggunaan pengeras lantai pada beton dapat menjadikannya lebih awet dengan presentase 50 persen lebih lama dibandingkan lantai beton biasa. Jika masih ragu dalam proses pemasangannya, anda juga dapat menggunakan penyedia jasa untuk menggunakan pengeras lantai pada suatu ruangan. Selain lebih aman, tentunya anda tidak perlu mengeluarkan tenaga berlebih untuk membuat lantai menjadi lebih kuat. Harga pemasangannya juga cukup terjangkau, sehingga anda dapat menghemat biaya yang perlu dikeluarkan untuk membangun rumah atau suatu bangunan. Hal penting lain yang perlu anda ketahui adalah harga pengeras lantai beserta pemasangannya dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya adalah luas area lantai dan juga lamanya durasi pemasangan.

2. Memperindah tampilan ruangan

Pada umumnya lantai beton memiliki warna yang khas dan tidak terdapat pilihan warna lainnya. Hal ini membuat sebagian orang berpendapat bahwa lantai beton tidak dapat dijadikan sebagai penghias ruangan karena tampilan warnanya yang dapat membuat ruangan terlihat membosankan. Namun, ternyata pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, jika menggunakan jenis colour floor hardener, anda dapat memberikan warna pada lantai. Pilihan warna yang dapat digunakan pun beragam, sehingga anda dapat dengan mudah memilih warna yang sesuai dengan tema ruangan yang akan dibangun. Tampilan warna yang menarik pada lantai tentunya akan membuat ruangan terlihat lebih hidup.

3. Mengurangi resiko kerusakan lantai

Selain memperindah ruangan, penggunaan pengeras lantai juga dapat mengurangi resiko kerusakan yang terjadi pada lantai. Bahkan, karena daya tahannya yang sangat kuat, pengeras lantai kerap kali digunakan di berbagai area pabrik pada ruangan yang terdapat berbagai barang-barang yang berat terutama di gudang. Lantainya pun menjadi lebih tahan terhadap benturan, sehingga berbagai retakan lantai yang biasa terjadi karena tidak mampu menahan berat suatu barang dapat diminimalisir. Hal ini tentunya harus ditanggapi dengan serius, karena retakan yang terjadi di lantai pada area pabrik yang sering digunakan untuk menahan beban yang berat dapat membahayakan keselamatan pekerja.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai kelebihan penggunaan floor hardener. Kami harap informasi yang disampaikan dapat membuat anda lebih mengetahui tentang berbagai kelebihan pengeras lantai.